Langsung ke konten utama

Selamat Datang Pimpinan Baru Baznas Tulungagung

Proses pemilihan pimpiran baru Baznas Kabupaten Tulungagung telah usai. Lima pimpinan baru Baznas telah terpilih melalui tahap seleksi calon pimpinan Baznas Kabupaten Tulungagung. Kelima pimpinan tersebut adalah KH. Samsul Umam (Ketua), Drs. H. Ahmad Budianto, MM. (Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan), H. Abdul Wachid, S.Ip (Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, H. Abdullah Irfan, S.Pd.I (Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan), Drs. Ahmad Mashuri ( Wakil Ketua IV Bidang Manajemen Umum dan Administrasi). 

Dari kelima komposisi yang terpilih, terdapat tiga figur baru dan dua figur lama. Jika dilihat dari komposisi yang ada, tidak butuh waktu lama untuk penyesuaian diri dari ketiga pimpinan yang baru. Dua figur lama (H. Ahmad Budianto dan Drs. Ahmad Mashuri) dapat dijadikan referensi untuk membantu pimpinan baru melakukan adaptasi pola kerja dan manajemen Baznas Kabupaten Tulungagung. 

Sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan zakat, Baznas adalah lembaga independen, non-struktural dan bersifat mandiri. Lembaga filantropi ini telah mewarnai sejarah panjang pengelolaan dana filantropi di Indonesia. Sebagai lembaga yang dibentuk untuk memfasilitasi umat Islam menuanikan zakat, infak, dan sedekah, kehadiran Baznas sangat dirasakan oleh umat Islam di Indonesia. 

Demikian halnya dengan Baznas Tulungagung, peran lembaga ini mulai dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Dengan program-program yang ditawarkan, Baznas Tulungagung turut berpartisi meningkatkan kesejahteraan umat dan membantu pemerintah memangkas jurang kemiskinan di Indonesia. 

Terlebih lagi, peran Baznas di masa pandemi ini. Baznas terus menggalang donasi untuk meringkan masyarakat yang terdampak Covid-19. Program bantuan paket sembako, paket isolasi mandiri, penyemprotan disenfektan pada tempat-tempat ibadah telah digulirkan. Hal tersebut adalah wujud nyata peran Baznas di tengah pandemi ini. Antusias masyarakat unrtuk berdonasi sangat tinggi  di tengah pandemi ini. Donasi Covid-19 terus berdatangan dari masyarakat yang peduli terhadap saudaranya yang terdampak Covid-19. Hal ini menandakan trust masyarakat mulai tumbuh dan menjadikan Baznas sebagai lembaga yang dipilih untuk menyalurkan donasinya. 

Dari laporan semester I tahun 2021, Baznas telah mencatat penghimpunan 5 milyar. Jumlah tersebut telah mencapai 99 % dari target yang direncanakan. Artinya, tahun 2021 bisa dilalui Baznas dengan jumlah perolehan jauh melampaui target yang dicanangkan karena baru semseter I Baznas hampir telah mencapai target yang dicanangkan. 

Kinerja yang baik ini tentu tinggal melanjutkan saja. Sambil jalan, review program, target, perbaikan manajemen adalah satu keniscayaan yang tidak terbantahkan. Maka tidak ada salahnya jika kaidah ushul  المحافظة على قديم الصالح والاخذ باالجديد الأصلح  (menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil sesuatu yang baru yang lebih baik) diterapkan. Prinsip perbaikan, inovasi, kreativitas tidak boleh berhenti, karena perubahan itulah yang abadi. 

Selamat datang pimpinan baru Baznas Kabupaten Tulungagung. Terima kasih pimpinan Baznas periode 2016-2021. Saatnya berhandengan tangan dan menyisingkan lengan baju, memadu gerak dan irama mewujudukan masyarakat Tulungagung yang sejahtera melalui dana zakat, infak, dan sedekah dalam bingkai 'izzu al-Isam wa al-muslimin. Waktunya bekerja dan mencurahkan tenaga dan pikiran melayani umat menuju kehidupan yang lebih baik. Wallahu 'alam bi al-shawab.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengikuti Tren

Salah satu teman bercerita ketika tidak sengaja ketemu di warung STMJ. Ia bercerita bahwa salah satu teman dosen punya penghasilan yang fantastis sebagai seorang youtuber. Konon jumlah subscribnya mencapai satu setengah juta subscriber. Teman youtubernya tadi  bercerita bahwa ketika subscribernya tujuh ratus ribu, pundi-pundi rupiah yang masuk ke kantongnya sebesar tiga puluh lima juta tiap bulannya. Kalau sekarang satu setengah juta, bisa dibayangkan dua kali lipat penghasilannya. Wooww, dalam benak saya kok enak banget pekerjaan ini. Bayangan saya cukup di rumah, bikin konten, posting, tinggal nunggu yang lihat, rupiah cair. Pantesan akhir-akhir ini para artis berbondong-bondong jadi youtuber dadakan. Baim Wong debgan ide-ide gilanya, Sule dan Andre Taulani dengan prank mobil-mobilannya, Angga Candra dengan prank taxi on linenya, Tri Suaka dengan prank suaranya. Yang sudah lebih dulu populer Ria Richis dan Ata Halilintar yang jumlah subscribnya sampai di angka dua puluh ...

Judicial Review Jilid II. Siapa Yang Diuntungkan?

  Rivalitas antar Lembaga Pengelola Zakat (LPZ) nampaknya belum berhenti pasca empat belas tahun diundangkannya undang-undang nomor 23 tahun 2011. Untuk kedua kalinya gabungan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang terhimpun dalam Indonesia Zakat Watch (IZW) melakukan pengujian UU zakat terhadap UUD 1945. IZW ini dimotori oleh Dompet Dhuafa dan Forum Zakat (FOZ) yang memang sejak dulu getol menyuarakan ketidakpuasan terhadap UU zakat nomor 23 tahum 2011. Pasal-pasal yang diajukan pun hampir sama dengan dengan  Judicial Review  Jilid I yakni 11 pasal dalam UU zakat ( Pasal 5 ayat (1), Pasal 6, Pasal 7 ayat (1), Pasal 16 ayat (1), Pasal 17, Pasal 18 ayat (2), Pasal 19, pasal 20, Pasal 38, Pasal 41, dan Pasal 43 ayat (3) dan ayat (4). Jika disederhanakan dari semua pasal-pasal yang diajukan, semuanya bermuara pada soal kewenangan pengelolaan zakat. Dalam hal ini IZW menganggap bahwa BAZNAS merupakan lembaga superbodi yang mengelola zakat di negeri ini. BAZNAS memiliki kewenangan seba...

Mulai Menampakkan Hasil

Mempersiapkan pembejaran on line membutuhkan waktu yang tidak singkat. Segenap perangkat melalui aplikasi e learning membutuhkan kejelian dan ketelatenan supaya pembelajaran selama satu semester betul-betul siap dan on going . Materi ajar, RPS, absensi dan kontrak kuliah menjadi menu wajib yang harus dipersiapkan ketika kuliah dimulai. Jam menunjukkan pukul 13.30 WIB. Suasana mendung menyelimuti langit di sekitar UIN SATU Tulungagung. Komputer masih kunyalakan sambil memutar lagu-lagu romantis agar tidak kesepian. Kebetulan hari ini hari jumat. Seperti menjadi sebuah tradisi, sehabis sholat jumat, suasana kampus mulai sepi. Banyak dosen dan karyawan yang mungkin sudah bersiap-siap mudik atau sekedar merehatkan badan setelah melalui hari-hari yang melelahkan. Musik Kenny G masih asik menemaniku dengan volume agak kencang. Setelah tengok kanan-kiri, baru kusadari bahwa aku sendirian di ruang Jurusan Bisnis dan Manajemen. Hanya beberapa mahasiswa yang lalu-lalang mengurus berkas-berkas...