Salah satu teman bercerita ketika tidak sengaja ketemu di warung STMJ. Ia bercerita bahwa salah satu teman dosen punya penghasilan yang fantastis sebagai seorang youtuber. Konon jumlah subscribnya mencapai satu setengah juta subscriber. Teman youtubernya tadi bercerita bahwa ketika subscribernya tujuh ratus ribu, pundi-pundi rupiah yang masuk ke kantongnya sebesar tiga puluh lima juta tiap bulannya. Kalau sekarang satu setengah juta, bisa dibayangkan dua kali lipat penghasilannya.
Wooww, dalam benak saya kok enak banget pekerjaan ini. Bayangan saya cukup di rumah, bikin konten, posting, tinggal nunggu yang lihat, rupiah cair. Pantesan akhir-akhir ini para artis berbondong-bondong jadi youtuber dadakan. Baim Wong debgan ide-ide gilanya, Sule dan Andre Taulani dengan prank mobil-mobilannya, Angga Candra dengan prank taxi on linenya, Tri Suaka dengan prank suaranya. Yang sudah lebih dulu populer Ria Richis dan Ata Halilintar yang jumlah subscribnya sampai di angka dua puluh juta subscriber, gak bisa dibayangkan berapa pundi-pundi rupiah yang diakntongi oleh mereka.
Entah cerita itu benar atau tidak saya tidak peduli, toh bagi saya seumpama jadi youtuber bukan pawakan, apa yang mau dijual dan apa yang mau dibuat konten. Alih-alih mau jadi youtuber di depan kamera saja groginya gak ketulungan ha ha ha.
Dari obrolan itu saya langsung teringat chanel youtube yang dibuat oleh teman-teman di Baznas yang sudah lama nganggur. Kenapa chanel itu tidak dimanfaatkan untuk lebih mensyiarkan kegiatan-kegiatan yang ada di Baznas. Konsep youtuber yang lagi tren bisa diadopsi untuk mepublish kegiatan-kegiatan di Baznas.
Tak berselang lama, esoknya teman-teman saya ajak urun rembuk untuk menindaklanjuti ide tersebut. Keputusannya, teman-teman sepakat membuat konten-konten kegiatan Baznas mulai dari penghimpunan, pendistribusian, dan kegiatan-kegiatan yang perlu untuk di publish ke masyarakat sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban Baznas.
Mahasiswa yang tergabung dalam beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) diminta untuk mengerjakan proyek ini. Kebetulan sudah ada yang memiliki chanel youtube dengan ribuan subscriber.
Saya minta semua kebutuhan untuk menggarap proyek ini dicukupi mulai dari HP yang support dan layak, microfone, dan stabilizer.
Tujuan proyek ini tentu bukan finansial. Proyek ini dikerjakan dalam rangka lebih mengenalkan zakat kepada masyarakat, agar masyarakat percaya bahwa zakat sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan.
Kendala yang selama ini dialami oleh lembaga zakat adalah menyampaikan informasi dan laporan kegiatan pengelolaan zakat kepada muzaki dan mustahik. Dengan teknologi harapannya kendala tersebut dapat diatasi. Mengingat mayoritas orang yang hidup di zaman ini sudah melek teknologi. Apalagi kaum milenial yang sudah pasti tidak dapat lepas dari gadget dan internet.
Baznas tidak boleh kalah dengan perkembangan teknologi. Respon perkembangan zaman harus terus diikuti. Tidak ada salahnya mengikuti tren selama itu bermanfaat dan memberikan dampak positif bagi perkembangan dunia perzakatan. Wallahu 'alam.
Mantap pak
BalasHapusLanjutkan pak
BalasHapusLanjutkan
BalasHapus