Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Spirit Baru

Tanggal 22 Desember 2020 bertepatan dengan Hari Ibu menjadi hari spesial bagi Baznas Kabupaten Tulungagung. Pada tanggal ini Baznas menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tahun 2020. Rapat diselenggrakan semi- virtual . Rapat secara langsung diselenggarakan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso demgan jumlah peserta 40 orang, sedangkan 60 peserta berada di gedung PCNU Tulungagung secara virtual. Sistem ini dilakukan untuk memenuhi protokol kesehatan agar tidak banyak orang berkumpul di satu tempat. Dikatakan spesial kareana hari tersebut Bebarengan dengan launching Peraturan Bupati Tentang Fasilitasi Zakat, Infak, dan Sedekah untuk ASN dan Pegawai BUMD di Kabupaten Tulungagung. Perasaan lega menyelimuti pimpinan Baznas setelah Bupati Drs. Maryoto Bhirowo, MM. secara resmi menandatangani peraturan tersebut. Setelah sepuluh tahun berjuang, keinginan untuk memiliki aturan yang bisa mendongrak perolehan zakat, infak, sedekah di kalangan ASN dan pegawai BUMD akhirnya terwujud.  Tent...

Menunggu Ketegasan Pemerintah

Dunia perzakatan kembali tercoreng. Ulah Yayasan Abdurrahmam bin Auf (ABA) yang berlokasi di Kabayoran Baru Jakarta selatan dan terindikasi berafiliasi dengan Jamaah Islamiyah (JI), membuat geram semua pemangku kepentingan zakat. Yayasan ini menggunakan dana kotak amal yang mereka himpun dari masyarakat untuk mendanai gerakan teroris di Indonesia. Hal ini merupakan sebuah aib dan pukulan telak begi lembaga pengelola zakat. Di saat lembaga-lembaga zakat sedang berjuang memperoleh kepercayaan masyarakat, kejadian ini ibarat pukulan jap bagi seorang petinju yang sedang bertarung di atas ring.  Kasus ini bermula dari penangkapan sejumlah anggota teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) yang dilakukan oleh Detasemen Khusus (Densus) Anti Teror 88. Dari pengembangan kasus yang dilakukan oleh Polri, mereka mengaku bahwa, pendanaan gerakan teroris sebagian berasal dari kotak amal yang dihimpun oleh Yayasan ini. Tak main-main, jika sebelumnya Bareskrim Polri menyebut ada 13.000 kotak amal, ril...

Ironi Filantropi Islam

Membaca berita perkembangan kasus penembakan enam orang anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) semakin menarik saja. Adu opini antara pihak FPI dan kepolisian saling bersahutan. Semua mencari sisi benar masing-masing dan berusaha memenangkan opini dan fakta di kalangan masyarakat.  Pihak FPI yang diwakili oleh Sekjen FPI Munarman bersuara lantang bahwa penembakan tersebut adalah tindakan biadab dan brutal yang dilakukan oleh polisi dengan mengahabisi nyawa enam orang anggotanya tanpa adanya alsaan yang dibenarkan. Mereka berkilah bahwa anggotanya tidak memepet mobil, dan tidak mengancam polisi dengan senapan api dan senjata tajam kepada regu polisi yang sedang bertugas melakukan patroli. Mereka hanya bertugas mengawal Habib Riziq yang akan mengahadiri pengajian di pagi hari esok harinya.  Entah mana yang benar, kasus tersebut sedang bergulir dan langsung diambil alih oleh Bareskrim Mabes Polri. Kasus penembakan enam orang anggota FPI menyedot perhatian mulai dari masyarakat ...

Semoga Menjadi Penghujung Yang Indah

Masa bakti pimpinan Baznas periode 2016-2020 sebentar lagi akan habis. Banyak prestasi dan kemajuan yang diukir oleh Pimpinan Baznas periode saat ini. Sejak menerima estafet kepemimpinan sebelumnya, pengurus Baznas yang saat ini dikomandani oleh KH. Moh. Fathurro'uf, M. Pd.I membawa Baznas Tulungagung pada jalur yang semesetinya.  Perlahan dan pasti, Baznas menjadi lembaga sosial yang diperhitungkan keberadaannya dan banyak menjadi jujugan masalah kemiskinan dan persoalan ekonomi di Kabupaten Tulungagung. Walaupun terhitung lembaga baru, Baznas berakselerasi menuju lembaga yang mapan.  Jika flash back ke belakang 15 tahun sebelumnya, orang Tulungagung masih asing mendengar kata Baznas, yang mereka tahu adalah Amil TA. Lembaga yang dibentuk oleh Pemda untuk menghimpun infak di kalangan masyarakat sampai di tingkat RT.  Kini, situasi itu telah berubah. Menjelang isu pergantian Pimpinan, banyak orang yang ingin mndaftar menjadi Pimpinan dengan berbagai alasan dan motivasi....

Famous Virtual HMJ Mazawa FEBI IAIN Tulungagung

Ada yang berbeda pada perkenelan Jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf IAIN Tulungagung bagi Mahasiswa baru angakatan 2020/2021. Karena situasi pandemi, perkenalan Jurusan yang biasanya dilakukan tatap muka, hari ini dilakukan dengan model virtual. Pengurus HMJ Mazawa membungkus perkenalan dengan istilah "famous" yang kurang lebih sama maknanya dengan perkenalan.  Saya akui, anak-anak sekarang lebih kreatif dan beradaptasi dengan teknologi serta memanfaatkan teknologi dengan baik. Acara dilaksanakan di dalam ruangan rapat (meeting room) kemudian disulap mirip studio rekaman. Tiga narasumber dipanel sekaligus. Ibu Diah Pravitasari (Kajur Mazawa), Ahmad Budiman (Sekjur Mazawa), dan saya sendiri.  Kajur Mazawa mengupas tentang Jurusan Mazawa, Sekjur Mazawa berbicara tentang keseimbangan lembaga syariah pada saat sekarang. Tugas yang agak berat diberikan kepada saya. Saya diminta untuk menjelaskan peluang kerja Jurusan Mazawa. Tentu saya positif thingking saja, mengingat sebelum m...

Pembahasan Rancangan Peraturan Bupati (Perbup)

Kamis, 8 Oktober 2020 pembahasan rancangan Peraturan Bupati berlangsung hangat dan gayeng. Dimotori Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Tulungagung, pembahasan ini merupakan tahap awal cita-cita untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat, utamanya untuk kalangan ASN. Rapat pembahasan rancangan Perbup juga dihadiri oleh Bagian Hukum selaku pihak yang menelaah, meneliti, dan mempersiapkan Perbup sebelum ditandatangani Bupati.  Baznas menyambut gembira dan sekaligus mengapresiasi langkah yang ditempuh oleh H. Rodli Kepala Bagian Kesra selaku pihak yang mengkoordinasikan urusan zakat di Tulungagung. Mengingat, upaya Baznas untuk memperoleh dukungan Pemkab untuk menerbitkan regulasi di tingkat lokal mengalami pasang surut panjang dan berliku.  Dalam sambutannya Ketua Baznas Drs. H. Moh. Fathurro'uf, M. Pd.I menyampaikan bahwa mimpi tentang terbitnya regulasi ini sudah dipendam lama. Baznas berkeyakinan, hadirnya Perbup akan menambah amunisi Baznas untuk meningkat...

Menjelang Penghujung

Sudah menjadi sunnatullah dalam kehidupan bahwa ada awal dan ada akhir. Tidak ada yang abadi di dunia ini. Setiap yang berawal pasti juga akan berakhir. Pun demikian dengan masa jabatan Pimpinan Baznas yang akan berakhir sebentar lagi. Sejak diangkat pada 2016, kepengurusan ini akan berakhir awal 2021.  Perjalanan selama lima tahun adalah perjalanan panjang. Meneruskan estafet kepemimpinan sebelumnya, kepengurusan Baznas periode 2016-2021 banyak memberikan warna dan dinamika perubahan yang sangat dinamis. Sejak dilantik Maret 2016, gerbong kepengurusan kepemimpinan periode 2016-2021 langsung tancap gas. Satu hal yang perlu diingat bahwa Pengurus yang saat ini menjabat merupakan generasi pertama perubahan UU Nomor 38 1999 menjadi UU Nomor 23 tahun 2011. Jadi, sangat wajar apabila di awal masih agak tersendat karena harus menyesuaikan dengan aturan-aturan baru yang termuat dalam UU Nomor 23 tahun 2011.  Akan tetapi, lambat laun kepengurusan periode 2016-2021 mampu menyelesaikan...

Lembaga Micro Finance

Program modal bantuan bergulir PK-5 sudah lama digulirkan oleh Baznas. Bahkan program PK-5 adalah program pemberdayaan tertua yang digagas oleh Baznas. Ide awal program PK-5 adalah bentuk keprihatinan Baznas terhadap nasib pedagang kaki lima di sekitaran Alun-alun Tulungagug akibat kebijakan pembenahan tata ruang di jantung kota Tulungagung. Dulunya para pedagang bebas berjualan dan menggelar lapak di sekitaran Alun-alun.  Alun-alun Tulungagung menjadi pusat dan jujukan warga Tulungagung yang ingin berekreasi dan menikmati jajanan kuliner khas tulungagung. Banyak makanan dan minuman serta aneka permainan anak kecil yang disuguhkan untuk sekedar melepas penat dan memnghibur anak-anak. Alun-alun menjadi tempat rekreasi yang merakyat dan murah karena harganya sangat terjangkau dan memuaskan bagi siapa pun yang berkunjung ke sana. Sekitar tahun 2003 Bupati Tulungagung Ir. Heru Tjahtjono membuat kebijakan baru. Beliau menata kembali tata ruang Kota Tulungagung agar tampak cantik dan ind...

Mahasiswa dan Kompetensi Sosial

Perguruan Tinggi adalah wadah untuk menempa calon pemimpin masa depan menjadi pemimpin yang cakap dan tangguh. Lewat proses pendidikan yang dilakukan, mahasiswa diajarkan menjadi manusia yang unggul dari sisi intelektual dan berbudi pekerti luhur.  Dari sisi intelektual, Perguruan Tinggi melakukan proses perkuliahan yang diajar oleh para dosen sesuai bidang masing-masing. Perguruan Tinggi juga mendidik mahasiswa tentang adab, pekerti, dan akhlak mulia, yang kelak akan muncul manusia-manusia yang beradab, humanis, dan bermoral. Peran mahasiswa sangat penting. Mahasiswa adalah agent of change, iron stock, moral force, dan control social. Dinamika perubahan suatu bangsa salah satunya adalah tanggungjawab mahasiswa yang akan menentukan maju mundurnya peradaban suatu bangsa.  Mahasiswa begitu lekat dengan kehidupan sosialnya. Mahasiswa harus megambil setiap perubahan yang terjadi di sekitarnya. Sebagai agen perubahan (agent of change) mahasiswa tidak bisa dilepaskan dari proses sos...

Tidak Mudah

Jujur saya binggung harus memberi judul apa tulisan saya ini. Tulisan ini mengulas tentang kisah mustahik yang menolak bantuan dari Baznas. Di saat Baznas bekerja keras menjalankan amanah undang-undang meningkatkan kesejahteraan masyarakat, utamanya bagi warga tidak mampu, ada saja cerita unik yang tidak begitu menggembirakan dari usaha yang dilakukan Baznas Tulungagung. Kuatnya tekad dan usaha yang dilakukan Baznas, tak jarang  bertepuk sebelah tangan karena tidak ada gayung bersambut dari mustahik.   Satu gambaran cerita ketika Baznas mencoba mengakomodir semua permohonan bedah rumah yang diajukan mustahik, Baznas Tulungagung tahu bahwa pendanaan yang dimiliki tidak akan bisa memenuhi semua permintaan mustahik. Masih kecilnya dana yang dihimpun dikisaran angka 4 milyar, itupun harus dibagi ke beberapa program yang menyasar empat bidang kehidupan yaitu, sosial, ekonomi, pendidikan dan dakwah. Singkat cerita, semua pengajuan bedah rumah kami sambungkan ke Baznas Provinsi un...

Membagi Lebih Mudah Dari Pada Menghimpun

  Sesuai dengan ketentuan undang-undang pengelolaan zakat nomor 23 tahun 2011, kegiatan pengelolaan zakat mencakup tiga hal; penghimpunan, pendistribusian, dan pendayagunaan. Dari tiga hal tersebut, penghimpunan menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan dalam aktivitas pengelolaan zakat.  Kabalikannya, pendistribusian menjadi hal yang mudah untuk dilakukan. Namun dalam tanda kutip, pendistribusian akan menjadi sesuatu yang sulit manakala dilakukan dengan tepat sasaran dan betul-betul memenuhi kebutuhan dasar mustahik. Umumnya, Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) mendistribusikan zakat sesuai asnaf yang ada dan tak jarang pendistribusian dilakukan serampangan tanpa didasarkan pada aspek pemerataan dan asassement calon mustahik  yang ketat. Minimnya data base menjadi salah satu kendala pendistribusian yang tepat sasaran dan merata.  Akan tetapi, secara sederhana pendistribusian lebih mudah dilakukan dari pada penghimpunan. Banyaknya mustahik yang membutuhkan uluran tanga...

Menggalakkan Literasi Zakat

Litetasi secara sederhana dapat diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis. Menurut UNESCO “The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization” , Literasi ialah seperangkat keterampilan nyata, terutama ketrampilan dalam membaca dan menulis yang terlepas dari konteks yang mana ketrampilan itu diperoleh serta siapa yang memperolehnya. Berbicara mengenai literasi, negara kita berada urutan nomor dua paling buncit. Sebagaimana dikutip pada laman Kominfo, UNESCO menyebutkan Indonesia berada di urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca! Riset berbeda bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca, persis bera...

Pengelolaan Zakat Oleh Negara dan Civil Society

Dari lima rukun Islam yang ada, zakat menduduki peranan yang istimewa. Ibadah zakat tidak hanya berbicara kesalehan pribadi, zakat mengajarkan bagaimana membangun tatanan sosial yang kokoh yang diikat dalam sebuah tali persaudaraan atas nama "Islam". Pengelolaan zakat dari masa ke masa mengalami pasang surut kemapanan. Zaman Rasulullah saw, zakat dikelola dengan baik di bawah perintah Rasul secara langsung. Selain sebagai pemimpin agama, Nabi juga sebagai kepala negara yang mengatur bagaimana zakat dipraktikkan secara murni sesuai tuntunan Al-Qur'an dan keputusan Nabi. Karena Nabi seorang utusan, maka Nabi sendiri yang mengatasi problem yang muncul di kalangan masayarakat kala itu melalui otoritas wahyu yang beliau miliki.  Apa yang dilakukan Nabi diteruskan oleh para Khulafa al-Rasyidin, namun pada zaman ini, perbedaan-perbedaan mulai muncul. Sahabat-shabat mulai Khalifah Abu Bakar sampai Ali radiyallahu 'anhu berijtihad sesuai keyakinan mereka atas petunjuk al-Qur...

Apa Kabar ZCD?

Kesempatan langka dan membahagiakan manakala segenap Pimpinan Baznas Kabupaten Tulungagung bisa bersua dan berbincang-bincang dengan mustahik yang tergabung dalam program Zakat Comunity Development (ZCD). Dua tahun yang lalu tepatnya bulan Mei 2019, Baznas berkolaborasi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Miftahul Huda Desa Bendiljati Wetan dan Masjid Baitul Muttaqin Desa Tambakrejo Kec. Sumbergempol meluncurkan rintisan program ZCD.  ZCD adalah program pemberdayaan milik Baznas yang menitikberatkan pada empat bidang kehidupan manusia yaitu, ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan spiritual. Konsep ini merujuk pada maqasid al-syariah yang digagas oleh as-Syatibi yaitu, hifdz al-mal, hifdz al-nasl, hifdz al-aql, dan hifdz al-din.  Program ZCD yang diluncurkan dua tahun yang lalu adalah budi daya ikan patin. Masing-masing mustahik di dua desa (Bendiljati dan Tambakrejo) oleh UPZ dibuatkan kolam dengan kapasitas masing-masing sepuluh ribu ikan. Kolam yang dibuat adalah hasi...

Zakat dan Berkurban

Sebentar lagi umat Islam akan merayakan Idul Qurban, hari raya kedua bagi umat Islam setelah Hari Raya Idul Fitri. Hari Raya Idul Fitri dirayakan sebagai bentuk  kemenangan Umat Islam dalam mengekang hawa nafsu selama satu bulan. Beda dengan Idul Fitri, Hari Raya Qurban diidentikkan dengan penyembelihan hewan qurban. Idul Qurban dimaknai sebagai kemenangan Nabi Ibrahim dan Ismail melawan godaan setan yang mencoba menghalangi Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah menyembelih putranya Ismail As.  Keduanya (Idul Fitri dan Idul Qurban) sama-sama perayaan dalam mengekang hawa nafsu dan melawan godaan setan. Jika ditarik benang merah, terdapat peristiwa penting sebelum kemengangan keduanya dirayakan. Pertama, keduanya sama-sama mensyaratkan puasa untuk mencapai kemenangan tersebut. Walaupun beda status, satu wajib dan satu sunnah, akan tetapi, pesan moralnya sama, berpuasa dulu sebelum kemenangan diraih. Artinya, puasa menjadi simbol pengekang hawa nafsu sebelum kemengangan ters...

Semangat Baru Dari Pemkab

Beberapa pekan belakangan, Baznas terus intensif berkomunikasi dengan Bagian Kesra Setda Kabupaten Tulungagung. Sejak dilantik sebagai Kabag Kesra yang baru,  Bapak H. Rodi langsung tancap gas. Beberapa agenda yang dulu sempat mandek dan sulit diurai, kini keruwetan-keruwetan itu mulai mendapat titik terang.  Bagi Baznas, Bapak H. Rodi bukan orang asing. Sebelum dilantik sebagai Kepala Bagian Kesra, kerjasama telah lama terjalin dengan beliau. Sejak masih aktif berdinas di Dinas Perikanan, Baznas sering melakukan sinergi dalam beberapa kegiatan sosial. Jadi, tidak sulit membangun chemistry dengan Kabag Kesra yang baru.  Sebagai leading sektor yang membidangi kesejahteraan rakyat, Bagian Kesra identik dengan kegiatan keagamaan. Semua kegiatan keagamaan mulai dari Ormas, MTQ, Baznas, dan lainnya berhubungan erat dengan tupoksi Bagian Kesra.  Begitupun dengan pendanaan ormas, MTQ, Baznas, MUI, Pramuka, KONI dan semua lembaga resmi yang tercatat di Kemenkumham bersumbe...

Zakat Dan Kebenaran Iman

Sinergi = Kuat

Belakangan kata "sinergi" menjadi populer dan banyak menjadi jargon lembaga-lembaga pemerintah dan swasta. Menurut KBBI sinergi adalah "kegiatan atau operasi gabungan".  Saya lebih senang mengartikan sinergi sebagai "gotong royong". Istilah yang telah lebih dulu populer dan menjadi ciri khas budaya bangsa dan sekaligus menjadi warisan luhur nenek moyang kita.  Walaupun makin lama istilah gotong royong semakin hilang, digantikan dengan bahasa serapan modern yang bermakna kurang lebih sama, tapi sudahlah, inilah salah satu dampak globalisasi. Setiap bangsa akan menghadapi ancaman benturan kebudayaan karena derasnya arus informasi yang tidak dapat dibendung lagi. Pada abad ini, hampir mustahil perseorangan atau lembaga untuk tidak melakukan sinergi. Kehidupan yang semakin komplek dan serba cepat membutuhkan tindakan yang cepat pula. Dibutuhkan kecepatan dan respon yang tepat untuk menangani suatu masalah atau program. Sinergi menjadi salah satu kunci untuk me...