Langsung ke konten utama

Akhir Tahun Yang Manis


Tahun 2021 telah berlalu, jam 24.00 WIB 31 Desember 2021 menjadi penanda pergantian tahun masuk ke tahun 2022. Dengan segala suka dan duka, tahun 2021 kita tinggalkan menatap nun jauh ke depan menyongsong tahun 2022 dengan harapan yang lebih baik. Sebagaimana ungkapan pepatah, "hari ini harus lebih baik dari hari kemarin".

Akhir tahun 2021 bagi saya pribadi merupakan tahun yang spesial. Sebagai akademisi dan praktisi yang konsen di bidang pengelolaan zakat dan wakaf, akhir tahun 2021 tidak bisa saya lepaskan dari kinerja pengelolaan zakat dan wakaf di Kabupaten Tulungagung.

Dalam bidang zakat, target perolehan yang telah dicanangkan Baznas Tulungagung pada awal 2021 sukses terlampaui. Zakat mal dan zakat fitrah melampaui perencanaan yang telah dituangkan dalam Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) tahun 2021. Hanya pada infak yang tidak mencapai target pada tahun ini. Kekurangan infak pun tidak signifikan. Angka kekurangan infak hanya berkisar di angka 1,5 juta rupiah.

Kerja keras seluruh pimpinan dan pelaksana memang tidak sia-sia. Artinya, transisi pergantian pimpinan Baznas pada awal tahun 2021 tidak membawa dampak negatif, justru pimpinan Baznas yang baru lebih aktif merangsek untuk terus meningkatkan perolehan zakat, infak, dan sedekah.

Selain dalam bidang penghimpunan, Baznas Tulungagung juga berusaha meningkatkan pelayanan kepada costumer. Pada akhir 2021, Baznas Tulungagung mendapatkan hibah renovasi kantor dari Pemkab Tulungagung. Kantor lama yang beralamat di Jl. Mayor Sujadi Jepun Tulungagung terus dipersolek agar nampak cantik dan nyaman.

Kondisi sebelum direhab sangat memprihatinkan atap bocor, banjir, dan sempit adalah problem lama yang belum terpecahkan. Jika kondisi hujan, pimpinan dan pelaksana bergegas pulang karena takut atap kantor roboh. Kondisinya sangat tidak layak dan memprihatinkan.

Kondisi tersebut kini sudah teratasi. Rehab kantor hampir selesai. Bahkan, Pemkab memberikan tambahan bekas gedung badminton di belakang kantor Baznas. Posisinya persis menyambung dengan kantor Baznas. Dengan penambahan tersebut Baznas Tulungagung semakin luas. Sebagian kantor depan Baznas dibongkar untuk parkir, ruang pimpinan dan pelaksana dipindah ke belakang. Sebagian kantor depan yang tidak dinongkar khusus hanya untuk pelayanan dan ruang rapat.

Dengan rehab kantor ini, Baznas Tulungagung berharap dapat semakin meningkatkan pelayanan dan kenyamanan bagi para pengunjung Baznas Kabupaten Tulungagung. Dengan suasana kantor baru, juga semakin menambah kenyamanan bagi karywan dan pengunjung. 

Dalam bidang wakaf, Badan Wakaf Indonesia Perwakilan Tulungagung yang masih seumur jagung juga terus menunjukkan peningkatan kinerja. Lembaga yang baru dibentuk tiga tahun yang lalu ini hadir sebagai lembaga yang memfasilitiasi umat Islam dalam urusan wakaf dan tetek bengeknya. Meskipun belum menunjukkan kiprah yang moncer, namun perlahan dan pasti pengelolaan wakaf di Tulungagung lebih terfasilitasi dengan hadirnya Badan Wakaf Indonesia Perwakilan Tulungagung.

Warga Tulungagung yang dulunya kesulitan mengurus pergantian nadzir, kini dapat dengan mudah mengurusnya. Banyak aset-aset wakaf yang terbengkalai akibat nadzir yang meninggal. Salah satu syarat mengganti nadzir adalah mendapat persetujuan Badan Wakaf Indonesia. Kurun Tiga tahun terakhir, banyak aset wakaf yang telah diselamatkan dengan hadirnya Badan Wakaf Indonesia Perwakilan Tulungagung.

Tahun 2021 telah meninggalkan kinerja yang manis dan sangat progresif. Tahun 2022 memberikan harapan yang cerah dan optimisme bahwa tahun ini akan lebih baik dari tahun kemarin. Selamat Tahun 2022, semoga Allah swt senantiasa melimpahkan keberkahan, rahmat, dan pertolongan kepada kita untuk melaluinya. Amin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengikuti Tren

Salah satu teman bercerita ketika tidak sengaja ketemu di warung STMJ. Ia bercerita bahwa salah satu teman dosen punya penghasilan yang fantastis sebagai seorang youtuber. Konon jumlah subscribnya mencapai satu setengah juta subscriber. Teman youtubernya tadi  bercerita bahwa ketika subscribernya tujuh ratus ribu, pundi-pundi rupiah yang masuk ke kantongnya sebesar tiga puluh lima juta tiap bulannya. Kalau sekarang satu setengah juta, bisa dibayangkan dua kali lipat penghasilannya. Wooww, dalam benak saya kok enak banget pekerjaan ini. Bayangan saya cukup di rumah, bikin konten, posting, tinggal nunggu yang lihat, rupiah cair. Pantesan akhir-akhir ini para artis berbondong-bondong jadi youtuber dadakan. Baim Wong debgan ide-ide gilanya, Sule dan Andre Taulani dengan prank mobil-mobilannya, Angga Candra dengan prank taxi on linenya, Tri Suaka dengan prank suaranya. Yang sudah lebih dulu populer Ria Richis dan Ata Halilintar yang jumlah subscribnya sampai di angka dua puluh ...

Judicial Review Jilid II. Siapa Yang Diuntungkan?

  Rivalitas antar Lembaga Pengelola Zakat (LPZ) nampaknya belum berhenti pasca empat belas tahun diundangkannya undang-undang nomor 23 tahun 2011. Untuk kedua kalinya gabungan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang terhimpun dalam Indonesia Zakat Watch (IZW) melakukan pengujian UU zakat terhadap UUD 1945. IZW ini dimotori oleh Dompet Dhuafa dan Forum Zakat (FOZ) yang memang sejak dulu getol menyuarakan ketidakpuasan terhadap UU zakat nomor 23 tahum 2011. Pasal-pasal yang diajukan pun hampir sama dengan dengan  Judicial Review  Jilid I yakni 11 pasal dalam UU zakat ( Pasal 5 ayat (1), Pasal 6, Pasal 7 ayat (1), Pasal 16 ayat (1), Pasal 17, Pasal 18 ayat (2), Pasal 19, pasal 20, Pasal 38, Pasal 41, dan Pasal 43 ayat (3) dan ayat (4). Jika disederhanakan dari semua pasal-pasal yang diajukan, semuanya bermuara pada soal kewenangan pengelolaan zakat. Dalam hal ini IZW menganggap bahwa BAZNAS merupakan lembaga superbodi yang mengelola zakat di negeri ini. BAZNAS memiliki kewenangan seba...

Mulai Menampakkan Hasil

Mempersiapkan pembejaran on line membutuhkan waktu yang tidak singkat. Segenap perangkat melalui aplikasi e learning membutuhkan kejelian dan ketelatenan supaya pembelajaran selama satu semester betul-betul siap dan on going . Materi ajar, RPS, absensi dan kontrak kuliah menjadi menu wajib yang harus dipersiapkan ketika kuliah dimulai. Jam menunjukkan pukul 13.30 WIB. Suasana mendung menyelimuti langit di sekitar UIN SATU Tulungagung. Komputer masih kunyalakan sambil memutar lagu-lagu romantis agar tidak kesepian. Kebetulan hari ini hari jumat. Seperti menjadi sebuah tradisi, sehabis sholat jumat, suasana kampus mulai sepi. Banyak dosen dan karyawan yang mungkin sudah bersiap-siap mudik atau sekedar merehatkan badan setelah melalui hari-hari yang melelahkan. Musik Kenny G masih asik menemaniku dengan volume agak kencang. Setelah tengok kanan-kiri, baru kusadari bahwa aku sendirian di ruang Jurusan Bisnis dan Manajemen. Hanya beberapa mahasiswa yang lalu-lalang mengurus berkas-berkas...