Langsung ke konten utama

Maju, Stagnan, Atau Mundur (Refleksi Dan Muahasabah Pengelolaan Zakat Akhir 2020 Dan Awal 2021)

Momentum akhir dan awal tahun, menjadi muhasabah dan refleksi bagi siapa pun. Sebagaimana kata pepatah arab, "waktu adalah pedang, jika kamu tidak memotongnya, maka ia akan membunuhmu. Waktu tidak bisa dihentikan,  akan tetapi kita harus mengikutinya, salah satu cara memotong waktu adalah dengan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, agar kelak tidak ada penyesalan di kemudian hari. 

Muhasabah dan refleksi diperlukan agar gambaran-gambaran peristiwa yang telah dilalui bisa dijadikan pancatan dan pijakan untuk masa yang akan datang. Atas dasar peristiwa yang telah lalu, setiap orang akan memperoleh gambaran, rencana, dan harapan tentang apa yang akan dilakukan di tahun-tahun yang akan datang. 

Secara pribadi, sebuah kenikmatan yang besar di akhir dan awal tahun ini, saya masih diberikan nikmat kesehatan, satu anugerah yang tidak ternilai harganya. Nikmat iman dan kesehatan ini adalah sesuatu yang sangat saya syukuri dan saya jaga sebagai bentuk terima kasih saya kepada Sang Maha Pencipta yang telah menganugerahkan semuanya. 

Sebagai pegiat zakat pada akhir dan awal tahun ini, saya juga ingin memberikan refleksi dan muhasabah tentang perjalanan pengelolaan zakat yang terjadi selama satu tahun ini serta harapan-harapan di tahun yang akan datang. 

Tahun 2020 boleh dikatakan sebagai tahun pertaruhan bagi lembaga-lembaga zakat, tak terkecuali bagi Baznas Tulungagung. Pada tahun 2020 menjadi momentum yang fenomenal. Pada tahun ini, Baznas Tulungagung mampu melampaui perolehan pengumpulan dalam Rencana Keuangan Anggaran Tahunan (RKAT) yang telah ditetapkan. Pada RKAT 2020, Baznas Tulungagung menargetkan perolehan 3,6 milyar. Sampai dengan tutup buku akhir tahun 31 Desember 2020, Baznas mampu menghimpun 4,7 milyar, terjadi kenaikan 1,1 milyar. 

Dari sisi pendistribusian Baznas Tulungagung mampu melakukan serapan anggaran 98 %. Artinya, Baznas Tulungagung dapat menyalurkan amanah dari para muzaki, munfiq, dan mutashadiq tepat sesuai tahunnya dan sesuai dengan sasarannya. 

Tahun 2020 sekaligus menjadi tahun yang berat bagi lembaga-lembaga zakat. Pandemi Covid-19 yang melanda mulai maret 2020, menjadi pukulan berat bagi sektor perekonomian semua negara di dunia. Justru yang menarik, meskipun terjadi resesi ekonomi, animo masyarakat untuk berzakat, berinfak, dan bersedekah tidak surut. Bahkan sebaliknya, pada situasi ekonomi yang terpuruk, minat masyarakat untuk mendonasikan hartanya semakin meningkat. Situasi krisis semakin memicu umat Islam untuk bahu-membahu serta tolong-menolong kepada saudaranya yang terdampak Covid-19. 

Tahun 2020 juga sekaligus menjadi duka bagi lembaga-lembaga zakat. Pada tahun yang sama, dunia perzakatan agak tercoreng dengan ulah sebagian Lembaga Amil Zakat yang menyalahgunakan dana zakat, infak, dan sedekah untuk pendanaan teroris dan radikalisme di Indonesia. Sebuah aib yang belum pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. 

Secara pribadi saya menganggap hal tersebut sebagai lecutan bagi lembaga-lembaga pengelola zakat untuk lebih berhati-hati, profesional, dan taat terhadap peraturan perundang-undangan yang ada. Lebih baik terlambat menyadari dari pada tidak sama sekali. 

Akhir tahun 2020 ditutup dengan manis oleh  Baznas Tulungagung. Setidaknya, Baznas Tulungagung mendapat dua kado indah di penghujung tahun. Pertama, terbitnya Peraturan Bupati tentang fasilitaai zakat, infak, dan sedekah bagi ASN dan pegawai BUMD di Kabuapten Tulungagung. Kedua, Baznas Tulungagung masuk 20 lembaga zakat dengan indeks transparansi tertinggi di Indonesia. Persisnya, Baznas Tulungagung berada di urutan nomor enam dengan nilai indeks 0,89. Provinsi Jawa Timur mengirim dua perwakilan, Baznas Gresik dengan nilai indeks 0,91 dan Baznas Tulungagung 0,89. 

Nilai tersebut naik enam digit dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 0,83. Dengan demikian Baznas Tulungagung mengalami peningkatan secara signifikan dalam hal transparansi dibanding tahun sebelumnya. Artinya, dalam segi transparansi, tidak diragukan lagi bahwa Baznas adalah lembaga yang senantiasa menjunjung tinggi prinsip amanah, profesional dan transparansi. 

Pencapaian tersebut adalah kerja keras semua pihak, mulai dari Pimpinan, pelaksana, UPZ, Pemerintah Daerah, Kementerian Agama, muzaki dan mustahik. Kerja keras yang harmonis serta dilandasi semangat memperjuangkan kaum dhuafa untuk lebih sejahtera. 

Kini, tahun 2021 telah menyambut dengan harapan baru. Pilihannya hanya ada tiga, terus maju, stagnan, atau mundur. Jika stagnan atau bahkan mundur tentu satu pilihan yang konyol. Dengan segala dukungan yang dimiliki oleh Baznas Tulungagung, tidak ada pilihan kecuali semakin bekerja keras dan memacu diri. 

Tindaklanjut Peraturan Bupati sudah ditunggu, kerjsama dan koordinasi dengan Lembaga Amil Zakat untuk menepis anggapan masyarakat tentang penyalahgunaan dana zakat sudah dinanti. Pada tahun 2021 juga terdapat hajat rutin Baznas, yaitu pergantian pimpinan Baznas. Tidak terlalu penting siapa yang akan menjadi pimpinan berikutnya. Siapa pun yang menduduki kursi Pimpinan berikutnya, entah dari pimpinan lama atau ada muka-muka baru, semangat untuk terus meningkatkan pengelolaan zakat harus terus disuarakan. Jangan kasih kendor........ Wallahu 'alam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Judicial Review Jilid II. Siapa Yang Diuntungkan?

  Rivalitas antar Lembaga Pengelola Zakat (LPZ) nampaknya belum berhenti pasca empat belas tahun diundangkannya undang-undang nomor 23 tahun 2011. Untuk kedua kalinya gabungan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang terhimpun dalam Indonesia Zakat Watch (IZW) melakukan pengujian UU zakat terhadap UUD 1945. IZW ini dimotori oleh Dompet Dhuafa dan Forum Zakat (FOZ) yang memang sejak dulu getol menyuarakan ketidakpuasan terhadap UU zakat nomor 23 tahum 2011. Pasal-pasal yang diajukan pun hampir sama dengan dengan  Judicial Review  Jilid I yakni 11 pasal dalam UU zakat ( Pasal 5 ayat (1), Pasal 6, Pasal 7 ayat (1), Pasal 16 ayat (1), Pasal 17, Pasal 18 ayat (2), Pasal 19, pasal 20, Pasal 38, Pasal 41, dan Pasal 43 ayat (3) dan ayat (4). Jika disederhanakan dari semua pasal-pasal yang diajukan, semuanya bermuara pada soal kewenangan pengelolaan zakat. Dalam hal ini IZW menganggap bahwa BAZNAS merupakan lembaga superbodi yang mengelola zakat di negeri ini. BAZNAS memiliki kewenangan seba...

Mengikuti Tren

Salah satu teman bercerita ketika tidak sengaja ketemu di warung STMJ. Ia bercerita bahwa salah satu teman dosen punya penghasilan yang fantastis sebagai seorang youtuber. Konon jumlah subscribnya mencapai satu setengah juta subscriber. Teman youtubernya tadi  bercerita bahwa ketika subscribernya tujuh ratus ribu, pundi-pundi rupiah yang masuk ke kantongnya sebesar tiga puluh lima juta tiap bulannya. Kalau sekarang satu setengah juta, bisa dibayangkan dua kali lipat penghasilannya. Wooww, dalam benak saya kok enak banget pekerjaan ini. Bayangan saya cukup di rumah, bikin konten, posting, tinggal nunggu yang lihat, rupiah cair. Pantesan akhir-akhir ini para artis berbondong-bondong jadi youtuber dadakan. Baim Wong debgan ide-ide gilanya, Sule dan Andre Taulani dengan prank mobil-mobilannya, Angga Candra dengan prank taxi on linenya, Tri Suaka dengan prank suaranya. Yang sudah lebih dulu populer Ria Richis dan Ata Halilintar yang jumlah subscribnya sampai di angka dua puluh ...

Mulai Menampakkan Hasil

Mempersiapkan pembejaran on line membutuhkan waktu yang tidak singkat. Segenap perangkat melalui aplikasi e learning membutuhkan kejelian dan ketelatenan supaya pembelajaran selama satu semester betul-betul siap dan on going . Materi ajar, RPS, absensi dan kontrak kuliah menjadi menu wajib yang harus dipersiapkan ketika kuliah dimulai. Jam menunjukkan pukul 13.30 WIB. Suasana mendung menyelimuti langit di sekitar UIN SATU Tulungagung. Komputer masih kunyalakan sambil memutar lagu-lagu romantis agar tidak kesepian. Kebetulan hari ini hari jumat. Seperti menjadi sebuah tradisi, sehabis sholat jumat, suasana kampus mulai sepi. Banyak dosen dan karyawan yang mungkin sudah bersiap-siap mudik atau sekedar merehatkan badan setelah melalui hari-hari yang melelahkan. Musik Kenny G masih asik menemaniku dengan volume agak kencang. Setelah tengok kanan-kiri, baru kusadari bahwa aku sendirian di ruang Jurusan Bisnis dan Manajemen. Hanya beberapa mahasiswa yang lalu-lalang mengurus berkas-berkas...