Periode Pimpinan Baznas 2016-2021 akan segera berakhir, persisnya April 2021, pimpinan yang saat ini menjabat akan mengakhiri tugas sebagai Pimpinan Baznas. Bulan April 2021, Baznas akan memiliki nahkoda baru. Sejumlah persiapan telah dilakukan oleh Baznas untuk mengakhiri masa jabatan periode ini, mulai dari berkoordinasi dengan Bupati hingga menyusun laporan pada akhir masa jabatan.
Selama lima tahun memimpin Baznas Kabuapten Tulungagung, banyak capaian yang telah dilakukan oleh Pimpinan Baznas. Selain itu pula, banyak prestasi yang telah dicatatkan KH. Moh. Fathuro'uf dkk selama memimpin Baznas, peningkatan penghimpunan, pembenahan manajemen, perbaikan pengawasan, peningkatan kualitas SDM, peningkatan sarpras, hingga inovasi program.
Dari berbagai kemajuan tersebut, tak dapat dipungkiri bahwa masih banyak kekurangan yang harus terus diupayakan solusi pemecahannya seperti, gedung perkantoran, sertifikasi skema pimpinan dan pelaksana, ISO, sosialisasi Peraturan Bupati dan lain sebagainya.
Peraturan Bupati menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan tindaklanjut segera. Mumpung belum terlalu jauh dari momentum launching, peraturan tersebut sesegera mungkin harus disosialisasikan. Peraturan tersebut sudah ditunggu-tunggu kehadirannya dan diyakini dapat meningkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di Baznas Kabupaten Tulungagung. Sangat disayangkan, apabila nantinya Baznas kehilangan momentum dan menguap begitu saja jika tidak segera disosialisasikan secara masif.
Momentum tiga bulan menjelang pergantian Pimpinan Baznas menjadi waktu yang sangat berharga. Semangat tanpa mengenal lelah terpancar jelas di wajah-wajah pimpinan Baznas saat ini. Beliau-beliau yang saat ini sedang menjabat benar-benar memiliki loyalitas dan dedikasi yang tinggi. Pekerjaan rutin, inovasi program, dan masalah-masalah lain sering dibahas pada rapat-rapat Pimpinan. Tidak ada semangat kendur dan berleha-leha meskipun waktu tinggal tiga bulan lagi.
Pergantian menjadi satu hal yang lumrah di dunia ini, tidak ada yang abadi, semua akan hilir mudik, silih berganti. Meskipun ada resiko tidak akan terpilih di periode selanjutnya, permasalahan tersebut tidak menganggu kinerja Pimpinan. Pimpinan tetap fokus menyelesaikan pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Wallahu 'alam.

Komentar
Posting Komentar