Langsung ke konten utama

Mahasiswa dan Kompetensi Sosial

Perguruan Tinggi adalah wadah untuk menempa calon pemimpin masa depan menjadi pemimpin yang cakap dan tangguh. Lewat proses pendidikan yang dilakukan, mahasiswa diajarkan menjadi manusia yang unggul dari sisi intelektual dan berbudi pekerti luhur. 

Dari sisi intelektual, Perguruan Tinggi melakukan proses perkuliahan yang diajar oleh para dosen sesuai bidang masing-masing. Perguruan Tinggi juga mendidik mahasiswa tentang adab, pekerti, dan akhlak mulia, yang kelak akan muncul manusia-manusia yang beradab, humanis, dan bermoral.

Peran mahasiswa sangat penting. Mahasiswa adalah agent of change, iron stock, moral force, dan control social. Dinamika perubahan suatu bangsa salah satunya adalah tanggungjawab mahasiswa yang akan menentukan maju mundurnya peradaban suatu bangsa. 

Mahasiswa begitu lekat dengan kehidupan sosialnya. Mahasiswa harus megambil setiap perubahan yang terjadi di sekitarnya. Sebagai agen perubahan (agent of change) mahasiswa tidak bisa dilepaskan dari proses sosialnya. Hal ini bertujuan agar kelak tumbuh manusia-manusia yang mempunyai kepekaan sosial yang tinggi, humanis, dan beradab. Tidak sebaliknya, mahasiswa tumbuh menjadi manusia individual, menara gading, dan acuh terhadap perubahan di sekitarnya. 

Dalam proses pembelajarannya, sangat penting bagi Perguruan Tinggi untuk membekali mereka dengan kompetensi-komepetensi sosial yang diinternalisasikan baik melalui proses pembelajaran di kelas dan di luar kampus. Di dalam kelas Dosen mengajarkan mahasiswa bagaimana menghargai perbedaan pendapat, keanekaragaman ras, suku, budaya, dan bahasa. Di luar kelas, Peguruan Tinggi melibatkan mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan sosial seperti KKN, pengabdian di lembaga-lembaga sosial dan lain sebagainya. 

Di jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf (Mazawa) IAIN Tulungagung, mahasiswa diperkenalkan tentang kompetensi sosial sejak mereka berproses di dalamnya. Dalam satu bulan ini, Baznas Tulungagung menggandeng HMJ Mazawa IAIN Tulungagung dalam program bedah rumah. Mahasiswa diminta untuk melakukan identifikasi terhadap calon mustahik yang akan mendapatkan bantuan bedah rumah. Dan berkat kejelian mereka, dua dari delapan lokasi bedah rumah yang diajukan ke Baznas Provinsi mendapat lampu hijau dan mendapat petsetujuan. 

Bukan tanpa alasan, Baznas menggandeng mahasiswa sebagai bentuk edukasi Baznas kepada calon amil-amil di masa yang akan datang. Selain itu, mahasiswa dapat berlatih bagaimana menangani event-event sosial, apalagi kaitannya dengan kemiskinan yang membutuhkan kerja keras mengetuk pintu hati masyarakat agar peduli kepada sesamanya. Di sini, mahasiswa berperan sebagai play maker yang menghubungkan simpul-simpul key person untuk bergerak bersama mewujudkan bedah rumah yang telah diidentifikasi. 

Dari kegiatan ini mahasiswa belajar bagaimana berkomunikasi, bernegosiasi, persuasi, dan meyakinkan orang lain atas ide dan gagasan yang mereka tawarkan. Menurut penulis kemampuan-kemampuan inilah yang penting yang harus dikuasai oleh mahasiswa dan kelak akan dibawa pulang oleh mahasiswa ketika sudah lulus. Selain berbekal kemampuan intelektul, kemampuan sosial ini akan menjadikan mereka manusia-manusia yang tangguh, punya kepekaan sosaial tinggi, bergerak mendakwahkan kebenaran dan kebaikan di lingkungan sekitarnya. Wallahu 'alam. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengikuti Tren

Salah satu teman bercerita ketika tidak sengaja ketemu di warung STMJ. Ia bercerita bahwa salah satu teman dosen punya penghasilan yang fantastis sebagai seorang youtuber. Konon jumlah subscribnya mencapai satu setengah juta subscriber. Teman youtubernya tadi  bercerita bahwa ketika subscribernya tujuh ratus ribu, pundi-pundi rupiah yang masuk ke kantongnya sebesar tiga puluh lima juta tiap bulannya. Kalau sekarang satu setengah juta, bisa dibayangkan dua kali lipat penghasilannya. Wooww, dalam benak saya kok enak banget pekerjaan ini. Bayangan saya cukup di rumah, bikin konten, posting, tinggal nunggu yang lihat, rupiah cair. Pantesan akhir-akhir ini para artis berbondong-bondong jadi youtuber dadakan. Baim Wong debgan ide-ide gilanya, Sule dan Andre Taulani dengan prank mobil-mobilannya, Angga Candra dengan prank taxi on linenya, Tri Suaka dengan prank suaranya. Yang sudah lebih dulu populer Ria Richis dan Ata Halilintar yang jumlah subscribnya sampai di angka dua puluh ...

Judicial Review Jilid II. Siapa Yang Diuntungkan?

  Rivalitas antar Lembaga Pengelola Zakat (LPZ) nampaknya belum berhenti pasca empat belas tahun diundangkannya undang-undang nomor 23 tahun 2011. Untuk kedua kalinya gabungan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang terhimpun dalam Indonesia Zakat Watch (IZW) melakukan pengujian UU zakat terhadap UUD 1945. IZW ini dimotori oleh Dompet Dhuafa dan Forum Zakat (FOZ) yang memang sejak dulu getol menyuarakan ketidakpuasan terhadap UU zakat nomor 23 tahum 2011. Pasal-pasal yang diajukan pun hampir sama dengan dengan  Judicial Review  Jilid I yakni 11 pasal dalam UU zakat ( Pasal 5 ayat (1), Pasal 6, Pasal 7 ayat (1), Pasal 16 ayat (1), Pasal 17, Pasal 18 ayat (2), Pasal 19, pasal 20, Pasal 38, Pasal 41, dan Pasal 43 ayat (3) dan ayat (4). Jika disederhanakan dari semua pasal-pasal yang diajukan, semuanya bermuara pada soal kewenangan pengelolaan zakat. Dalam hal ini IZW menganggap bahwa BAZNAS merupakan lembaga superbodi yang mengelola zakat di negeri ini. BAZNAS memiliki kewenangan seba...

Mulai Menampakkan Hasil

Mempersiapkan pembejaran on line membutuhkan waktu yang tidak singkat. Segenap perangkat melalui aplikasi e learning membutuhkan kejelian dan ketelatenan supaya pembelajaran selama satu semester betul-betul siap dan on going . Materi ajar, RPS, absensi dan kontrak kuliah menjadi menu wajib yang harus dipersiapkan ketika kuliah dimulai. Jam menunjukkan pukul 13.30 WIB. Suasana mendung menyelimuti langit di sekitar UIN SATU Tulungagung. Komputer masih kunyalakan sambil memutar lagu-lagu romantis agar tidak kesepian. Kebetulan hari ini hari jumat. Seperti menjadi sebuah tradisi, sehabis sholat jumat, suasana kampus mulai sepi. Banyak dosen dan karyawan yang mungkin sudah bersiap-siap mudik atau sekedar merehatkan badan setelah melalui hari-hari yang melelahkan. Musik Kenny G masih asik menemaniku dengan volume agak kencang. Setelah tengok kanan-kiri, baru kusadari bahwa aku sendirian di ruang Jurusan Bisnis dan Manajemen. Hanya beberapa mahasiswa yang lalu-lalang mengurus berkas-berkas...