Langsung ke konten utama

Harapan Atau Pepesan Kososng?


Dua buah untaian harapan yang terus dipupuk dan disemai. Setidaknya ada dua hal urgent dan mendesak yang harus segera dipenuhi dalam rangka melengkapi eksistensi dan performa Baznas Tulungagung, regulasi daerah (instruksi Bupati, Peraturan Bupati, atau Peraturan Daerah) dan perkantoran layak. 

Dua hal yang telah lama diperjuangkan oleh Baznas Tulungagung untuk meningkatan efektivitas dan optimalisasi pengelolaan zakat. Walaupun sampai hari ini hasilnya masih nihil, akan tetapi semangat untuk memajukan zakat tidak surut padam. 

Secara kebetulan dua-duanya berpusat pada Kepala Daerah. Instruksi Bupati, Peraturan Bupati, maupun Peraturan Daerah tidak bisa dilepaskan dari peran serta dan niat baik Kepala Daerah. Begitupun juga fasilitas perkantoran layak, untuk membangunnya dibutuhkan anggaran yang tidak kecil. Berbicara anggaran (APBD) yang dapat merancang adalah Kepala Daerah dan perangkatnya. 

Posisi Kepala Daerah sangat sentral dalam pengelolaan zakat. Setidaknya beberapa peran itu tampak dalam wewenang yang diberikan oleh Undang-undang. Pertama, Baznas Provinsi dan Kabupaten/Kota dibentuk oleh Kepala Daerah. Pemilihan personil yang akan menjadi calon Pimpinan Baznas sepenuhnya adalah wewenang Kepala Daerah berdasarkan pertimbangan Baznas. Kedua, Fasilitas dan anggaran juga dibebankan pada APBD yang dalam hal ini Kepala Daerah yang mengusulkan kepada DPRD untuk dianggarkan. Ketiga, Penguatan pengelolaan zakat juga tak luput dari intervensi Kepala Daerah. Provinsi dan Kabupaten/Kota yang didukung dengan produk hukum daerah menunjukkan grafik peningkatan signifikan pada pengumpulan zakat, infak, dan sedekah. 

Pagi tadi (7/7/2020) menjadi momentum yang krusial dalam upaya meloloskan dua agenda penting ini. Untuk kesekian kalinya Baznas berkolaborasi dan bersinergi dengan Pemkab dan pihak-pihak terkait dalam menuntaskan berbagai persoalan kesejahteraan masyarakat. Pak Kadis warga Kelurahan Bago yang bebrapa minggu terakhir semapt viral karena tinggal di rumah tidak layak huni, hari ini beliau sudah tinggal di rumah yang layak huni. Peresmian dilakukan oleh Bupati dan disaksiakan oleh pihak-pihak sponsor yang ikut membantu mewujudakn rumah Pak Kadis. 

Setelah peresmian, diprakarsai oleh Bagian Kesra, Bupati dan rombongan menuju Baznas untuk sarapan pagi. Acara sarapan pagi dikemas untuk memperlihatkan secara langsung kondisi perkantoran Baznas yang memang sudah tidak layak, agar Bupati dapat memberikan perhatian serius dalam hal ini. Bupati meninjau secara langsung dan menjanjikan untuk menganggarkan pada APBD 2021. 


Tak lupa, Pimpinan Baznas diketuai oleh KH. Moh. Fathurro'uf, M.Pd.I juga menyodorkan beberapa produk regulasi Kepala Daerah dari Kabupaten/Kota lain agar Bupati bisa menerbitkan regulasi yang sama untuk mendorong optimalisisasi pengelolaan zakat di Tulungagung. Dengan jumlah ASN lebih dari tiga belas ribu, merupakan ladang potensial untuk menggenjot pengumpulan zakat, infak, dan sedekah di Baznas Tulungagung. 

Baznas telah menjalin hubungan baik dengan Pemkab sejak dulu, program-program yang dicanangkan selalu mendukung program Pemerintah Daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tulungagung. Jika Sinergi yang baik ini terus dijalin, akan sangat membantu upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Tulungagung. 

Dua hal urgent ini mudah-mudahan tidak hanya menjadi harapan yang sulit diwujudkan atau bahkan hanya sekedar pepesan kosong seperti angin yang berhembus begitu saja. Dukungan Pemerintah Daerah sudah sangat luar biasa. Tinggal dua hal ini yang belum diwujudkan, perlu kesabaran serta perjuangan untuk merealisasikannya. Wallahu 'alam. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengikuti Tren

Salah satu teman bercerita ketika tidak sengaja ketemu di warung STMJ. Ia bercerita bahwa salah satu teman dosen punya penghasilan yang fantastis sebagai seorang youtuber. Konon jumlah subscribnya mencapai satu setengah juta subscriber. Teman youtubernya tadi  bercerita bahwa ketika subscribernya tujuh ratus ribu, pundi-pundi rupiah yang masuk ke kantongnya sebesar tiga puluh lima juta tiap bulannya. Kalau sekarang satu setengah juta, bisa dibayangkan dua kali lipat penghasilannya. Wooww, dalam benak saya kok enak banget pekerjaan ini. Bayangan saya cukup di rumah, bikin konten, posting, tinggal nunggu yang lihat, rupiah cair. Pantesan akhir-akhir ini para artis berbondong-bondong jadi youtuber dadakan. Baim Wong debgan ide-ide gilanya, Sule dan Andre Taulani dengan prank mobil-mobilannya, Angga Candra dengan prank taxi on linenya, Tri Suaka dengan prank suaranya. Yang sudah lebih dulu populer Ria Richis dan Ata Halilintar yang jumlah subscribnya sampai di angka dua puluh ...

Judicial Review Jilid II. Siapa Yang Diuntungkan?

  Rivalitas antar Lembaga Pengelola Zakat (LPZ) nampaknya belum berhenti pasca empat belas tahun diundangkannya undang-undang nomor 23 tahun 2011. Untuk kedua kalinya gabungan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang terhimpun dalam Indonesia Zakat Watch (IZW) melakukan pengujian UU zakat terhadap UUD 1945. IZW ini dimotori oleh Dompet Dhuafa dan Forum Zakat (FOZ) yang memang sejak dulu getol menyuarakan ketidakpuasan terhadap UU zakat nomor 23 tahum 2011. Pasal-pasal yang diajukan pun hampir sama dengan dengan  Judicial Review  Jilid I yakni 11 pasal dalam UU zakat ( Pasal 5 ayat (1), Pasal 6, Pasal 7 ayat (1), Pasal 16 ayat (1), Pasal 17, Pasal 18 ayat (2), Pasal 19, pasal 20, Pasal 38, Pasal 41, dan Pasal 43 ayat (3) dan ayat (4). Jika disederhanakan dari semua pasal-pasal yang diajukan, semuanya bermuara pada soal kewenangan pengelolaan zakat. Dalam hal ini IZW menganggap bahwa BAZNAS merupakan lembaga superbodi yang mengelola zakat di negeri ini. BAZNAS memiliki kewenangan seba...

Mulai Menampakkan Hasil

Mempersiapkan pembejaran on line membutuhkan waktu yang tidak singkat. Segenap perangkat melalui aplikasi e learning membutuhkan kejelian dan ketelatenan supaya pembelajaran selama satu semester betul-betul siap dan on going . Materi ajar, RPS, absensi dan kontrak kuliah menjadi menu wajib yang harus dipersiapkan ketika kuliah dimulai. Jam menunjukkan pukul 13.30 WIB. Suasana mendung menyelimuti langit di sekitar UIN SATU Tulungagung. Komputer masih kunyalakan sambil memutar lagu-lagu romantis agar tidak kesepian. Kebetulan hari ini hari jumat. Seperti menjadi sebuah tradisi, sehabis sholat jumat, suasana kampus mulai sepi. Banyak dosen dan karyawan yang mungkin sudah bersiap-siap mudik atau sekedar merehatkan badan setelah melalui hari-hari yang melelahkan. Musik Kenny G masih asik menemaniku dengan volume agak kencang. Setelah tengok kanan-kiri, baru kusadari bahwa aku sendirian di ruang Jurusan Bisnis dan Manajemen. Hanya beberapa mahasiswa yang lalu-lalang mengurus berkas-berkas...