Langsung ke konten utama

Sinergi = Kuat


Belakangan kata "sinergi" menjadi populer dan banyak menjadi jargon lembaga-lembaga pemerintah dan swasta. Menurut KBBI sinergi adalah "kegiatan atau operasi gabungan". 

Saya lebih senang mengartikan sinergi sebagai "gotong royong". Istilah yang telah lebih dulu populer dan menjadi ciri khas budaya bangsa dan sekaligus menjadi warisan luhur nenek moyang kita. 

Walaupun makin lama istilah gotong royong semakin hilang, digantikan dengan bahasa serapan modern yang bermakna kurang lebih sama, tapi sudahlah, inilah salah satu dampak globalisasi. Setiap bangsa akan menghadapi ancaman benturan kebudayaan karena derasnya arus informasi yang tidak dapat dibendung lagi.

Pada abad ini, hampir mustahil perseorangan atau lembaga untuk tidak melakukan sinergi. Kehidupan yang semakin komplek dan serba cepat membutuhkan tindakan yang cepat pula. Dibutuhkan kecepatan dan respon yang tepat untuk menangani suatu masalah atau program. Sinergi menjadi salah satu kunci untuk menjawab itu semua. 

Salah satu kunci sinergi adalah berjejaring. Jaringan yang kuat dan luas akan memudahkan siapapun untuk merespon setiap perubahan yang terjadi. Siapa yang mempunyai networking yang kuat dan luas, dia yang akan unggul.

Dua kegiatan bedah rumah yang belakangan ditangani Baznas adalah bukti hasil sinergi dan networking yang dibangun oleh Baznas. 

Setelah sukses bedah rumah di Kel. Bago Kec. Tulungaung dengan melibatkan pihak Karang Taruna, Pemkab, dan masyarakat sekitar, satu hari setelah dari Kel. Bago program bedah rumah bergeser ke Kec. Bandung.

Adalah pak Amri, laki-laki sebatangkara yang hidup dari belas kasih tetangga, rumah yang ditempatinya mengalami kebakaran. Api melahap sebagian rumah yang memang banyak terbuat dari bambu. 

Kondisinya memprihatinkan, bahkan pak Amri harus dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang Malang. Tekanan psikologis membuat pak Amri mengalami goncangan jiwa dan sulit diajak berkomunikasi. Perangkat Desa akhirnya merujuk beliau ke RSJ Lawang Malang untuk terapi penyembuhan. 

Informasi kebakaran tersebut tersebar di berbagai WAG. Saya mencoba mengontak teman dosen Bapak Ali Tamrin yang kebetulan tinggal di Kec. Bandung untuk memastikan informasi tersebut. 

Dari keterangannya berita tersebut benar adanya. Tanpa berpikir panjang, saya minta Pak Ali Tamrin untuk menangani masalah tersebut. Kebetulan beliau adalah salah satu Wakil Ketua Ansor Kec. Bandung. Saya minta beliau membentuk panitia dikomandani Ansor untuk membangun kembali rumah Pak Amri. Kerjasama deal dan beliau akan segera bergerak. 

Kebetulan lokasi kebakaran dekat dengan MTsN Bandung, saya juga meminta Gus Balya Penyelenggara Syariah Kemenag juga ikut turun tangan membantu pembangunan rumah pak Amri dan saya minta sekaligus meresmikan rumah Pak Amri. Gus Balya setuju dan akan meneruskan info tersebut ke satker-satker di Kec. Bandung. 

Dalam waktu singkat, bantuan mulai berdatangan. Semen 20 sak dari MTsN Bandung yang langsung diserahkan oleh Kepala MTsN Bandung Bapak Bambang, uang tunai 10 juta dari Baznas diserahkan Pimpinan Baznas, dan masih banyak lagi material bangunan yang digalang oleh sahabat-sahabat Ansor. 


Sinergi dan networking kuat menghasilkan respon cepat dan mempercepat penanganan masalah. Dan yang paling penting dalam membangun sinergi dan networking, yaitu trust (kepercayaan). Wallahu 'alam. 

Komentar

  1. Barakallah Bapak. Keren sekali program dari Baznas. Memang, silaturahmi atau sekarang bahasanya berjejaring menambah rezeki ya. Semoga berkah apa yang dilakukan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ .
      Dalil e metu mbak 😄😄😄

      Hapus
  2. Sinergi...
    Manfaati....
    Mbatokahi....

    Ma'arif NU yess....

    BalasHapus
  3. Zakat solusi mengatasi persoalan kaum lemah dan terpinggirkan...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengikuti Tren

Salah satu teman bercerita ketika tidak sengaja ketemu di warung STMJ. Ia bercerita bahwa salah satu teman dosen punya penghasilan yang fantastis sebagai seorang youtuber. Konon jumlah subscribnya mencapai satu setengah juta subscriber. Teman youtubernya tadi  bercerita bahwa ketika subscribernya tujuh ratus ribu, pundi-pundi rupiah yang masuk ke kantongnya sebesar tiga puluh lima juta tiap bulannya. Kalau sekarang satu setengah juta, bisa dibayangkan dua kali lipat penghasilannya. Wooww, dalam benak saya kok enak banget pekerjaan ini. Bayangan saya cukup di rumah, bikin konten, posting, tinggal nunggu yang lihat, rupiah cair. Pantesan akhir-akhir ini para artis berbondong-bondong jadi youtuber dadakan. Baim Wong debgan ide-ide gilanya, Sule dan Andre Taulani dengan prank mobil-mobilannya, Angga Candra dengan prank taxi on linenya, Tri Suaka dengan prank suaranya. Yang sudah lebih dulu populer Ria Richis dan Ata Halilintar yang jumlah subscribnya sampai di angka dua puluh ...

Judicial Review Jilid II. Siapa Yang Diuntungkan?

  Rivalitas antar Lembaga Pengelola Zakat (LPZ) nampaknya belum berhenti pasca empat belas tahun diundangkannya undang-undang nomor 23 tahun 2011. Untuk kedua kalinya gabungan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang terhimpun dalam Indonesia Zakat Watch (IZW) melakukan pengujian UU zakat terhadap UUD 1945. IZW ini dimotori oleh Dompet Dhuafa dan Forum Zakat (FOZ) yang memang sejak dulu getol menyuarakan ketidakpuasan terhadap UU zakat nomor 23 tahum 2011. Pasal-pasal yang diajukan pun hampir sama dengan dengan  Judicial Review  Jilid I yakni 11 pasal dalam UU zakat ( Pasal 5 ayat (1), Pasal 6, Pasal 7 ayat (1), Pasal 16 ayat (1), Pasal 17, Pasal 18 ayat (2), Pasal 19, pasal 20, Pasal 38, Pasal 41, dan Pasal 43 ayat (3) dan ayat (4). Jika disederhanakan dari semua pasal-pasal yang diajukan, semuanya bermuara pada soal kewenangan pengelolaan zakat. Dalam hal ini IZW menganggap bahwa BAZNAS merupakan lembaga superbodi yang mengelola zakat di negeri ini. BAZNAS memiliki kewenangan seba...

Mulai Menampakkan Hasil

Mempersiapkan pembejaran on line membutuhkan waktu yang tidak singkat. Segenap perangkat melalui aplikasi e learning membutuhkan kejelian dan ketelatenan supaya pembelajaran selama satu semester betul-betul siap dan on going . Materi ajar, RPS, absensi dan kontrak kuliah menjadi menu wajib yang harus dipersiapkan ketika kuliah dimulai. Jam menunjukkan pukul 13.30 WIB. Suasana mendung menyelimuti langit di sekitar UIN SATU Tulungagung. Komputer masih kunyalakan sambil memutar lagu-lagu romantis agar tidak kesepian. Kebetulan hari ini hari jumat. Seperti menjadi sebuah tradisi, sehabis sholat jumat, suasana kampus mulai sepi. Banyak dosen dan karyawan yang mungkin sudah bersiap-siap mudik atau sekedar merehatkan badan setelah melalui hari-hari yang melelahkan. Musik Kenny G masih asik menemaniku dengan volume agak kencang. Setelah tengok kanan-kiri, baru kusadari bahwa aku sendirian di ruang Jurusan Bisnis dan Manajemen. Hanya beberapa mahasiswa yang lalu-lalang mengurus berkas-berkas...