Selasa, 30 Juni 2020 saya mendapat kehormatan menjadi penguji calon mahasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Baznas Kab. Tulungagung. Salah satu program Baznas yang diluncurkan empat tahun lalu. Program SKSS adalah program bea studi bagi keluarga kurang mampu yang salah satu anggota keluarganya belum ada yang menempuh strata satu.
Tahun ini adalah angkatan ke empat sejak pertama diluncurkan. Dari tahun ke tahun peminat program SKSS semakin meningkat. Tahun 2020 ada enam puluh empat pendaftar yang mengikuti program ini.
Sumber pendanaan program SKSS berasal dari dana zakat yang dihimpun oleh Baznas Kabupaten Tulungagung. Setiap tahun Baznas membiayai dua puluh mahasiswa yang ditempatkan di dua kampus di Tulungagung, satu di kampus negeri (IAIN) dan satu di kampus swasta (STAI Diponegoro).
Peserta yang telah mendaftar mengikuti tiga tahap seleksi. Seleksi administrasi, survey kelayakan, dan seleksi wawancara. Bagi peserta yang dinyatakan lolos, berhak mendapatkan biaya studi selama empat tahun (delapan semester), biaya buku, dan bantuan tugas akhir (skripsi).
Banyak hal menarik selama proses tes. Namanya biaya untuk keluarga kurang mampu, bobot penilian utama berdasarkan aspek ketidakmampuan ekonomi. Mayoritas pendaftar kebanyakan memang dari keluarga kurang mampu yang memiliki keinginan kuat untuk menyandang gelar strata satu.
Rona-rona semangat untuk menyandang gelar tersebut sangat jelas terpancar dari wajah mereka. Semangat untuk lulus dalam proses test jelas tercermin dalam setiap jawaban yang dilontakan kepada para penguji.
Semangat mereka sangat luar biasa. Secara ekonomi hampir semua layak mengikuti beasiswa ini. Andai mereka mampu tentu tidak usah repot-repot mengikuti tes ini. Namun apalah daya, keterbatasan ekonomi mengharuskan mereka mengubur dalam-dalam impian untuk memperoleh kesetaraan dalam pendidikan. Tidak ada jalan lain, salah satu mewujudkan mimpi itu salah satunya mengikuti tes ini.
Dilihat dari pendapatan orang tua, kebanyakan berasal dari penghasilan pas-pasan. Kebanyakan profesi orang tua mereka adalah buruh tani, buruh bangunan, buruh serabutan, tukang jahit, juru parkir, penjual makanan kecil dan lain-lain. Penghasilan dari pekerjaan tersebut rata-rata hanya cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, bahkan tak jarang kurang sampai harus ngutang tetangga kanan-kiri.
Tak sedikit dari mereka besar tanpa orang tua lengkap. Perceraian orang tua berimbas pada biaya hidup mereka. Nenek dan kakek menjadi pilihan untuk menggantikan peran orang tua yang meninggalkan mereka begitu saja tanpa tanggungjawab layaknya orang tua sesungguhnya.
Juga tak jarang dari mereka yang akhirnya nyambi kerja menjaga toko roti, jualan on line, buka les privat untuk anak SD dan pekerjaan-pekerjaan sambilan lain yang bisa menopang kehidupan mereka.
SKSS hadir sebagai program yang menjembatani kebutuhan pendidikan mereka. Namun sayang, Baznas harus memilih dua puluh anak yang benar-benar layak untuk memperoleh bea studi ini. Jika saja dana yang dihimpun lebih banyak, tentu mereka akan diterima semua, sehingga mereka bisa mengenyam bangku kuliah.
Yang menjadi kekhawatiran adalah ketika mereka tidak diterima karena keterbatasan anggaran yang dimiliki Baznas mereka tidak melanjutkan kuliah?. Ironis memang, semangat untuk mengenyam bangku kuliah harus kandas karena biaya.
Mudah-mudahan ada jalan lain bagi mereka, semoga mereka tidak berputus asa, berjibaku dengan gulatan nasib untuk menyemai asa yang lebih cerah di masa yang akan datang. Setidaknya kalimat-kalimat ini yang selalu saya dengungkan selama tes berlangaung. Wallahu 'alam.

Semoga tidak kandas, banyak jalan menuju sarjana, sukses semua para pelamar
BalasHapusAmin pak zamah
HapusLuarbiasa inovasi yg dilakukan Baznas Kab Tagung... Umat wajib mmbaca Tulisan ini pak... Supaya makin giat berzakatnya..
BalasHapusSiap pak nur
HapusDi Tulungagung ada beberapa kampus... STKIP, unita, STAI Muhammadiyah. Kenapa yang di berikan beasiswa hanya di dua kampus itu pak??
BalasHapusJumlahnya masih sedikit bu, jika sudah banyak kita juga ingin meratakam ke kampus2 di Tulungagung
HapusLuar biasa bapak. Kemarin siang saya melihat postingan terkait keadaan test beasiswa Baznas kabupaten Tulungagung, lantas saya teringat dengan panjenengan. Dan dugaan saya betul, salah satu tokoh penting dalam menyukseskan acara itu adalah panjenengan. Mantap.
BalasHapus😃😃😃 hasil kerja bareng tim pak. Ppandonganipun Mugi2 dana zakat e semakin bertambah
HapusEnggeh pak, amiiien. Semoga di kesempatan yang akan datang Baznas mampu merangkul semua generasi yang memiliki tekad dan cita-cita yang luhur demi kemajuan agama, nusa dan bangsa.
HapusAmin ya rabbal alamin 🤲🤲🤲🤲
Hapus