Di masa pandemi, peran zakat mulai mendapat perhatian khusus dari berbagai kalangan. Pemerintah terus mendorong peran zakat untuk mengatasi wabah Covid-19. Dalam sambutan Presiden saat menyerahkan zakat di Istana negara melalui virtual daring, presiden mengatakan "Saya berharap dana zakat yang dihimpun oleh Baznas dapat digunakan untuk membantu saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan dampak dari pandemi Covid".
Apalagi di saat yang serba sulit ini, dimana wabah Covid-19 belum beranjak dari bumi Indonesia, peran strategis zakat di era new normal sangat diharapkan perannya untuk mengatasi wabah ini.
Dengan melihat peran zakat yang semakin ke sini semakin jelas perannya, kawan-kawan CEPS FEBI IAIN Tulungagung mengajak saya untuk mengadakan Webinar "Peran Strategis Zakat Di Era New Normal".
Saya diminta untuk menjadi narasumber dan sekaligus diminta untuk mencarikan narasumber yang kompeten di bidangnya.
Berbicara zakat tentu yang paling kompeten dalam hal ini adalah praktisi di lembaga zakat. Akhirnya saya sambungkan kepada Gus Bagus, Dosen sekaligus Wakil Ketua II Bidang Pendiatribusian dan Pendayagunaan Baznas Kabupaten Tulungagung. Alhamdulillah beliau bersedia untuk mengisi di acara tersebut.
Meskipun sudah ada Gus Bagus, bagi saya belum cukup. Perlu ada narasumber yang betul-betul kompeten tentang kebijakan zakat di era new normal. Akhirnya pilihan saya jatuh pada Bapak Dr. Irfan Syauqi Beik, SP, M.Sc. Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas RI, Dosen Pengajar IPB dan sekaligus sekretaris The World Zakat Forum.
Melalui asisetnnya, saya meminta beliau berkenan mengisi acara tersebut. Beliau mengapresiasi dan berkenan untuk menjadi narasumber acara Webinar CEPS FEBI IAIN Tulungagung.
Dalam pemaparannya, beliau menitik beratkan peran strategis zakat di era new normal pada tiga hal. Pertama, penerapan protokol kesehatan. Berhadapan dengan wabah semua orang harus berhati-hati. Salah satu bentuk upaya preventif adalah dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Protokol adalah serangkaian langkah-langkah dan aturan yang mengatur tentang sesuatu. Dengan menerapkan protokol, diharapkan mampu menyelamatkan seseorang dari penularan Covid-19.
Dalam pengelolaan zakat, Baznas telah mengeluarkan serangkaian aturan tentang protokol pencegahan Covid-19. Baznas mengeluarkan Instruksi Ketua Baznas Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Pencegahan Penyebaran Covid 19 Pada Baznas, Baznas Provinsi Dan Baznas Kabupaten/Kota.
Poin penting dari instruksi tersebut kurang lebih sama dengan protokol yang dikelurkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), dimana semua yang tetlibat dalam pengelolaan zakat baik amil, muzaki, mustahik, dan mitra, melindungi diri dari penyebaran Covid-19 dengan senantiasa menerapkan pola hidup bersih, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menggunakan masker, menjaga jarak, dan tidak mengadakan acara yang mengumpulkan masa dalam jumlah besar.
Kedua, menjaga protokol keselamatan kerja. Baznas adalah lembaga yang menangani pengelolaan zakat. Di dalamnya banyak orang (karyawan/pegawai) yang melakukan aktivitas mengelola zakat mulai dari mengumpulkan, mendistribusikan, dan mendayagunakan zakat. Aktivitas/kerja pengelolaan zakat ini juga mengandung resiko penularan Covid-19. Baznas berupaya untuk melindungi para pegawainya agar tidak tertular Covid-19. Bagaimanapun urusan nyawa adalah prioritas. Melakukan aktivitas di luar di tengah Pandemi, tentu sangat beresiko. untuk menghindarkan bahaya tersebut, salah satu upaya Baznas adalah menerapkan kebijakan work from home (WFH).
WFH dilakukan sebagai bentuk perlindungan kerja karyawan/pegawai di masa Pandemi. Walaupun bekerja dari rumah, karyawan/pegawai harus tetap produktif. Pelayanan pengelolaan zakat tidak boleh terganggu. Terlebih kehadiran zakat di tengah Pandemi ini sangat dibutuhkan. Pelayanan harus tetap optimal dan tetap save selama masa Pandemi.
Ketiga, memanfaatkan kemajuan teknologi. Di masa pandemi ini, kehadiran teknologi merupakan sesuatu yang tidak terelakkan. Karena adanya phsycal distancing, Work From Home, serta stay at home, teknologi menjadi penopang dalam semua sisi kehidupan. Untuk menyampaikan pesan dan informasi kepada orang lain, tekhnologi dalam jaringan menjadi jembatan di antar orang yang berkomunikasi.
Peran teknologi dalam pengelolaan zakat juga sangat vital. Hampir semua lembaga pengelola zakat menggunakan teknologi untuk melakukan pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan. Aktivitas pengelolaan zakat dengan tatap muka sangat dihindari untuk meminimalkan resiko penularan Cobid-19.
Pemaparan Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Tulungagung juga tak kalah menarik. Beliau mengulas peran Baznas Tulungagung dalam ikut serta mengatasi dampak Covid-19. Dalam uraiannya Baznas Tulungagung telah menyalurkan bantuan paket 10.000 sembako untuk fakur miskin terdampak Covid-19, penyemprotan rumah ibadah, dan penggalangan dana untuk pengadaan APD untuk Pesantren, Madin, dan TPQ.
Beliau juga menuturkan bahwa Baznas juga menerapkan protokol pencegahan Covid-19 dalam melakukan aktivitas pengelolaan zakat. Distribusi zakat tidak menghimpun masa dalam jumlah banyak. Zakat didistribusikan langsung kepada mustahik yang berada di desa-desa.
Dalam hal penghimpunan, muzaki tidak perlu datang ke kantor. Baznas menyediakan layanan pembayaran on line. Muzaki dapat melakukan pembayaran dengan transfer rekening atau fasilitas pembayaran on line seperti OVO, Dana Go-pay dll.
Dalam Webinar tersebut saya menambahkan bahwa zakat harus memberikan kontrubusi pada lima bidang kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan keagamaan. Semua bidang tersebut merasakan dampak Covid-19, utamanya bidang ekonomi dan kesehatan.
Webinar ditutup dengan sebuah kesimpulan bahwa pengelolaan zakat menghadapi tantangan d era new normal. Peran strategis zakat harus terus didorong untuk ikut serta mengatasi dampak Covid-19. Wallahu 'alam.



Zakat semakin berkembang dan mulai mendapat tempat di hati masyarakat. Terlebih jika lembaga terkait, menampakkan wajah profesional dan kredibel, masyarakat akan semakin percaya dan terpupuk kesadarannya akan kewajiban zakat. Belum lagi dampak positif terhadap lima bidang kehidupan yang dapat dirasakan dan dilihat secara langsung manfaatnya.,
BalasHapus...subhanalloh, jan josh pak bos,,, heheu
Monggo ngopi mas
HapusSiap pak.,
BalasHapusPak Pri... Matursmbhnuwun.. Walaupun tdk sempat ikut acar live, dg tulisan ini seakan ikut acrnya. Lengkap.
BalasHapusSiapun akan spakat, bahwa Baznas Kab Tagung smakin kompak, kompeten, sinergis, dan program2 nya makin menggigit.
Mugo2 dijak ngopi.
Monggo pak nur kapan2 grup Maarif Menulis diadakan Kopdar pak untuk meningkatkan kompetensi
HapusPokok-e Jos
BalasHapusPokok-e Jos
BalasHapusKerenn poll
BalasHapus